Sabtu, 31 Mei 2008

AKU.....



Bila kususuri perjalanan hidupku, rasanya indah sekali...! mulai dari TK yang penuh ceria bermain-main dengan teman, baik di ruangan maupun di lapangan. Ketika SD terasa ada warna tersendiri dal;am suka dan duka. SMP adalah waktu yang mulai kurasakan perbedaan antara pelajaran akademik dan penerapan bakat yang dalam kurikulum sekarang sebagai pelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler, aku masuk dalam group Seni Rupa dengan membuat lukisan dan patung2. pelajaran IPA di sekolahku (1971-1973) telah berhasil membuat radio dengan circuit yang dibuat dari rangkaian silet2 yang di solder. Hehehe...pertama kali aku dicium oleh teman cewek-ku.... sejuta rasa dan gemetaran seluruh tubuhku....! Ketika memasuki jenjang SLTA, aku masuk sekolah kejuruan.....dari klas 1 sampai klas 4, karena selama 1 tahun harus praktek lapangan dalam 3 tempat dan harus membuat laporan ilmiah yang diuji secara lisan. Social Worker, itulah bidang jurusan SLTA-ku. Bidang ini tidak populer di Indonesia dan bahkan tidak dikenal oleh orang, tapi di negara2 maju Social Worker merupakan profesi yang penting dalam dalam masyarakat. Kemudian Perguruan Tinggi kujalani, dan aku terpaksa harus puas dengan lulus Sarjana Muda di tahun 1982 setelah mengalami berbagai kendala yang kadang tak masuk akal bila diurai secara ilmiah. Apa ini karena kebodohanku yang terlalu idealis?
Tak apa, sebab suatu kejujuran bagiku merupakan modal dalam hidup yang bahagia. Bahkan sampai aku kerja dan melewati usia 50 tahun , Kejujuran hidup tetap kupegang, walau aku harus berpindah-pindah tempat kerja, hanya karena mempertahankan sebuah kejujuran. Tapi tlah kurasakan, bahwa hidup jujur itu damai.
Kebahagiaan hidup jujur itu tak ternilai dengan uang atau kekayaan, karena rezeki akan selalu ada dan TUHAN tlah MengaturNYA.

RBM. Sutartomo
SMA Xaverius 1 Palembang
to_ro03@yahoo.co.id

Kamis, 29 Mei 2008

hidup

Betapa..
apakah hidup itu?
kenapa?
mengapa harus bertanya?
dengan siapa harus bertanya?
semua itu perlu disimak
dimengerti
dicermati
dikaji
diolah
untuk kepuasan
setiap insan
yang ingin tahu tentang hidupnya..

Palembangku.....Sayang....

Perjalanan hidup sungguh indah, apabila setiap insan mau menikmati karunia Tuhan yang begitu mempesona. Bagai sebuah kanvas hidup ini perlu kita lukis dengan suat keindahan. Keindahan dari dalam diri kita sendiri, sebab setiap orang mempunyai bakat dan karakter yang berbeda-beda. Bagaimana kita mau mengolahnya tergantung pada diri kita sendiri. dalam psikologi kita mengenal: 1. Id 2. Ego 3. Super Ego Id = adalah sudah menjadi bawaan kita semua dan terjadi secara naluriah atau instinktif. Ego = keadaan dalam diri kita setelah memperoleh proses pembudayaan yang dapat kita pelajari dari lingkungan dimana kita berada dan kita mau berusaha. Super Ego = Keadaan dalam diri kita untuk mengendalikan Id dan Ego   Ketiga hal tersebut tidak bisa terpisahkan, misal : kita lapar pasti secara instinktif mau makan (Id), karena tidak punya uang kita berusaha untuk mencuri atau bekerja agar bisa memenuhi kebutuhan makan kita. Andai kita mencuri, maka Super Ego tidak dapat berfungsi, harena menurut norma-norma mencuri itu perbuatan yang melanggar hukum (Ego). Orang tidak sadar akan korelasi hubungan antar ketiga hal tersebut (Id, Ego, dan Super Ego) sehingga sering tidak berdaya untuk mengkaitkan satu sama lainnnya, sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, akibatnta super ego tidak berfungsi. yang ditonjolkan hanya maksimal 2 (dua), yaitu Id dan Egonya saja! Sungguh tragis apabila itu menyangkut dari mayoritas dari kehidupan stiap orang. Hal ini dapat kita terapkan dalam kehidupan apa saja, entah dalam kehidupan pribadi, masyarakat, maupun dalam berbangsa dan bernegara. Entah dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya, pertahanan dan keamanan (IPOLEKSOSBUDHANKAM). Anda bingung.....? Tidak ! Sebab bagi setiap orang yang pernah mempelajari Psikologi pasti tahu akan hal tersebut. Bagaimana kalau kita kaitkan dengan VISIT MUSI YEAR 2008 di Palembang, Sumatera Selatan? Sangatlah mudah, sebab Palembang sudah mempunyai potensi wisata yang begitu berlimpah dengan: 1. Sungai Musi, transportasi Ketek, Speedboat, sampan, dan sebagainya. Syukur tersedia fasilitas berselancar air dan Jetsky-nya! 2. Goa Jepang yang diperkirakan dari RS Charitas sampai Pasar Km. 5 3. Taman Bukit Siguntang 4. Taman wisata Punti Kayu 5. Museum Bala Patera Dewa dan Sultan Mahmud Badaruddin II 6. Wisata Pulau Kemaro 7. dan sebagainya yang berupa peninggalan sejarah maupun yang dibangun khusus menjadi obyek-obyek Pariwisata. Potensi alam dan Obyek wisata kita tidak kalah bahkan lebih bagus dari negara-negara yang ramai dikunjungi para wisarawan Mancanegara, seperti: 1. Venesia :Dengan Gondola-gondolanya 2. Inggris  : Memugar channal-chanal yang dipakai untuk wisata perahu/air. 3. Singapore : Obyek menarik, bersih dan ketertibannya. 4. Malaysia   : Wisata air dan Gedung Petronasnya 5. Bangkok : Dengan Pagoda, Istana dan wisata airnya dan sebagainya. yang terpenting bagi kita untuk menyedot para Wisman dan wisdom adalah: 1. Obyeknya yang mempunyai nilai jual 2. Managemen pengelolaan 3. Faktor Keamanan obyek-obyek wisata 4. Partisipasi masyarakat 5. Partisipasi Biro Travel / Pariwisata Nah kapan kita mau mulai...? Tentu harus ada pionir yang berani memeloporinya dan ditunjang partisipasi dari semua pihak. Masalah dana bukan menjadi alasan untuk tidak berhasil.....! Mari kita renungkan, kemudian kita realisasikan di kota Palembang! di tempat "Wong Kita Galo".

RBM. Sutartomo (Pak Tom)
SMA Xaverius 1 Palembang.